Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta

Polsek Kalasan Bekuk Pelaku Penipuan Rekrutmen Pegawai PT KAI download pdf


SLEMAN - Harapan Feri (25) warga Purwomartani, Kalasan, Sleman untuk menjadi pegawai PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 Yogyakarta harus sirna lantaran ditipu oleh Salman Al Farisy Ahyar (42) warga Serang, Banten yang mengaku bisa memasukannya di perusahaan negara tersebut.

Saat itu Feri disuruh melakukan test layaknya calon pegawai, bahkan Salman Al Farisy Ahyar menggunakan Aula Stasiun Tugu Yogyakarta yang biasa dijadikan tempat tunggu penumpang kereta eksekutif. "Ini kasus penipuan, jika ada warga sekitar kalasan atau yogyakarta yang merasa tertipu dengan orang yang sama bisa melapor," kata Kapolsek Kalasan AKP Heli Wijiatno.

Awalnya Feri diperkenalkan oleh Purwanto (32) tetangganya yang berprofesi sebagai sopir taksi. Sopir taksi tersebut mengatakan mendapat informasi dari Salman Al Farisy Ahyar yang mengaku bernama Bagus bisa memasukannya ke PT KAI Daop 6 Yogyakarta. Purwanto bertemu Salman saat mengantarnya dari bandara Adisutjipto.

Mereka berdua akhirnya dipertemukan dan berbincang, setelah pertemuan itu Feri mempersiapkan syarat-syarat yang diminta dan melakukan test psikologi di Stasiun Tugu. Sebelum tes dimulai, Korban dimintai uang Rp 1,3 Juta sebagai biaya administrasi. Setelah membayar korban langsung menjalani test psikologi di Aula PT KAI dengan penguji pelaku sendiri. Disana sudah disediakan buku test psikologi meja dan kursi untuk pelaku melakukan test.

Langkah selanjutnya, korban diminta melakukan test kesehatan di Balai pelayanan Kesehatan (Bapelkes) Kalasan. Tak cukup disitu, korban pun oleh pelaku kembali dimintai uang Rp 400 ribu sebagai biaya untuk membeli sepatu. Usai melakukan pemeriksaan, korban menemui pelaku dan menyerahkan hasil rontgen.

Selang dua minggu kemudian, pelaku kembali meminta uang kepada korban sebesar Rp3 juta. Penyerahan uang dari keterangan saksi dan korban dilakukan di rumah Purwanto. Setelah itu memasuki pertengahan November 2013 pelaku yang juga mantan guru sekolah dasar (sd) di daerahnya tersebut menghubungi korban untuk memastikan kontrak kerja.

Feri diberitahu akan masuk kerja 18 November 2013. Namun, sampai waktunya tiba ternyata ia tidak kunjung dipanggil kerja oleh PT KAI Daop 6 Yogyakarta. Beberapa hari kemudian kerisauan hatinya terjawab, Ia mendapat Info dari Purwanto saat itu Salman Al Farisy Ahyar sudah ditangkap oleh Anggota Polsek Kalasan. Akibat peristiwa ini Feri mengalami kerugian Rp 4.730.000.

Kapolsek Kalasan AKP Heli Wijiatno mengatakan pihaknya mengamankan barang bukti buku soal ujian psikologi, kertas kwitansi pembayaran dan berbagai stempel seperti staf Polda DIY, PT KAI, Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Pemerintahan Palembang.

Bukan hanya itu data dari polsek kalasan menunjukan ada 3 korban lain yaitu Wahyu Wibowo (19) warga Purwomartani, Kalasan dengan kerugian Rp 4.330.000. Joko Triatmoko (32) kerugian Rp 3.680.000. Danang (27) warga Sanden, Bantul dengan kerugian Rp 14.400.000.

"Kerugiannya beda sebab bila ada kendala tes kesehatan korban disuruh bayar lagi," ungkapnya.

Pelaku sendiri tertangkap pekan lalu, hingga siang kemarin Ia masih mendekam di Polsek Kalasan. Aksinya ini tidak hanya dilakukan di DIY saja tapi masih ada di daerah lain. Kuat dugaan dari banyaknya stempel, pelaku tidak hanya menipu calon tenaga kerja di PT KAI namun dibanyak Instansi.

Dari keterangan pelaku berada di Yogyakarta sekitar 8 bulan ini. Ia berasalasan stempel tersebut didapatnya dari seorang bernama Bobi. Selain Bobi, Ia juga bertemu dengan Eko. Dari setiap korbannya ia diberi upah Rp 500 Ribu. Pelaku juga mengaku dihipnotis oleh eko dengan cara mandi kembang.

Sampai saat ini pelaku tidak dapat menunjukan kedua orang yang ditunjuk. Kasus ini masih dalam pengembangan, diharapkan jika ada korban lain agar segera melapor supaya semakin banyak informasi yang masuk ke pihak kepolisian.

Terpisah, Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta Agus Komarudin menegaskan tidak pernah melakukan perekrutan dengan cara mendatangi calon pekerja. Setiap Informasi penerimaan karyawan diumumkan melalui website resmi di https://rekrut.kereta-api.co.id. "Perekrutan Resmi lewat website," katanya, Selasa (3/12)

Terkait dengan test psikologi Agus mengatakan pihaknya biasanya menggandeng orang yang berkompeten dari bidangnya. Selain itu, test juga tidak dilakukan di Aula. Lantaran adanya kasus ini pihaknya mengatakan akan meningkatkan pengawasan disekitar. 

TRIBUNJOGJA.COM

 

« kembali