Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta

Rendah Hati kunci Keakraban


Salam Hormat !nnBeberapa waktu yang lalu saya di tilang di daerah pingit karena plat yang ada di motor saya tidak ada. Hal ini disebabkan sehari sebelumnya dudukan yang berguna untuk memasang plat saya patah, sehingga plat tidak bisa saya pasang, dan sialnya, pada saat itu saya pulang ke rumah sudah sangat larut malam sehingga saya tidak punya kesempatan untuk mengelas dudukan plat, karena pada jam 8 malam ke atas mana ada las besi yang masih ada di daerah GodeannSeperti yang diisyaratkan oleh bapak Polisi yang menilang saya di perempatan, saya menuju pos polisi. Sampai di sana saya ditanyai oleh seorang polisi, pada saat saya mau menjelaskan , e dia sudah pergi dahulu, lha kenapa bertanya kalo jawaban saya tidak mau didengarkan. saya ingat di pos tersebut usia polisi masih tergolong muda.nsiapa yang tidak jengkel apabila dalam kondisi lelah ditanyai dan diacuhkan. Kemudian dengan nada yang agak tinggi saya menceritakan kronologis yang terjadi. nTapi bukan tanggapan yang saya dapat, namun pelototan mata salah 1 bapak polisi kepada saya, nah inilah yang membuat saya semakin tidak suka. Dalam pikiran saya polisi merupakan orang yang bertugas untuk mengayomi masyarakat atau memberikan rasa aman, namun kok saya malah terancam waktu disana. Apakah kesalahan saya membuat orang terugikan ? memang saya melanggar aturan lalu lintas karena saya belum punya SIM walaupun sudah 17 tahun lebih, (maaf pak saya kelas 3, jadi pikiran saya tertuju pada ujian)nSaya diajak masuk ke dalam pos, dan didalamnya saya ditanyai tentang identitas saya. Pada waktu itu ada seorang bapak yang cukup tua yang juga sedang di tilang. kami sama-sama manusia. namun bedanya perlakuan polisi pada bapak tua lebih menyenangkan daripada saya. nKemudian saya diberitahu tempat dimana saya akan sidang, tetapi karena ada lebih dari 2 mulut yang berbicara pada saat itu, saya tidak terlalu jelas mendengar kata-kata polisi tadi, dan saya hanya bingung dan diam sambil melihat bapak polisi kemudian saya ditanyai " Kamu tidak mendengarkan perkataan saya?" dengan nada keras. Rasa ketidaksukaan saya semakin bertambah, karena memang saya tidak mendengar jelas kok malah dianggap menyepelekan. Memangnya polisi tidak bisa bicara halus dan bersahabat po??nDi Samping saya adalah helm polisi, saya lihat TIDAK ADA SNI-nya dan kemudian saya mencoba untuk memakainya, namun apa kata pak polisi " Siapa yang suruh make??" dengan nada agak tinggi lagi (menurut saya) memang saya salah karena sembarangan. Namun apa tidak ada nada lain selain nada marah untuk menegur saya. Coba kalo bapak tua tadi yang memakai apakah juga akan sama???nnsaya percaya bahwa polisi melakukan tugasnya untuk menjaga ketertiban, namun apabila saat menangani kasus pelanggaran yang dilakukan oleh remaja seperti saya menggunakan nada tinggi, apakah tidak akan menimbulkan kebencian terhadap aparat kepolisian oleh remaja ??nnDAN kenapa polisi tidak menjelaskan secara budiman jenis pelanggaran, pasal, penjelasana, tindakan preventif(untuk tidak melakukan pelanggaran lagi), serta berlaku rendah hati ketika berhadapan terhadap pelanggar?? katanya MENGAYOMI MASYARAKAT.nnMaaf bila kata-kata saya kurang berkenan di hati bapak dan ibu, namun saya cuma ingin sharing apa yang saya dapatkan. Semoga dapat menjadi evaluasi bersama.

Tanggapan :



« kembali