POLDA D.I.Y

Jl. Lingkar Utara Condong Catur
Depok, Sleman
Yogyakarta. Indonesia 55283

Telp : (0274) 884 444

 

1.GEOGRAFI

  • Posisi Daerah Istimewa Yogyakarta
    Diantara 7º.33 sampai 8º.12 LS dan 11º.00 sampai 11º.50 BT
  • Batas Wilayah
    Selatan : Lautan Indonesia
    Tengggara : Kabupaten Wonogiri
    Timur Laut : Kabupaten Klaten
    Barat Laut : Magelang
    Barat : Purworejo
  • Luas Daerah Istimewa Yogyakarta
    Kodya Yogyakarta : 3.185.80 km
    Kabupaten Bantul : 32.50 km
    Kabupaten Sleman : 506.85 km
    Kabupaten Gunung Kidul : 1.485.36 km
    Kabupaten Kulon Progo : 586.28 km

2. DEMOGRAFI

  • Jumlah Penduduk
    – Kodya Yogyakarta
    Laki-laki : 236.507 Perempuan : 224.669
    – Kab. Bantul
    Laki-laki : 425.637 Perempuan : 397.626
    – Kab. Kulon Progo
    Laki-laki : 224.286 Perempuan : 234.817
    – Kab. Gunung Kidul
    Laki-laki : 364.782 Perempuan : 380.333
    – Kab. Sleman
    Laki-laki : 378.485 Perempuan : 396.349
  • Jumlah WNA
    – Kodya Yogyakarta
    Laki-laki : 0 Perempuan : 0
    – Kab. Bantul
    Laki-laki : 11 Perempuan : 5
    – Kab. Kulon Progo
    Laki-laki : 0 Perempuan : 0
    – Kab. Gunung Kidul
    Laki-laki : 5 Perempuan : 2
    – Kab. Sleman
    Laki-laki : 0 Perempuan : 0

3. SUMBER DAYA ALAM

  • Penangkapan hasil ikan di Kab. Gunung Kidul, Kab. Bantul dan Kab. Kulon Progo.
  • Penambangan batu kalsit di Kab. Gunung Kidul.
  • Penambangan batu kapur di Kab.Gunung Kidul dan Kab. Kulon Progo.
  • Penambangan pasir, perikanan air tawar dan perkebunan salak di Kab. Sleman.
  • Pasir besi di pantai Kulon Progo yang belum dikelola sama sekali

4. HANKAM

  • Satuan Atas : Mabes POLRI
  • Satuan Samping : Korem 072/PMK

5. IDEOLOGI

  • Pancasila sebagai tatanan bangsa Indonesia kenyataannya belum mencapai sasaran:
    – Timbulnya konflik politik
    – Terjadinya kerusuhan diberbagai daerah
  • Kemungkinan timbulnya isu-isu politik.
  • Masih adanya gerakan yg ditimbulkan oleh ekstrim kanan dan ekstrim kiri
  • Eks Napi/tahanan G 30 S PKI belum sepenuhnya diyakini steril dari faham komunis.

6. POLITIK

  • Pertentangan antar elit politik di tingkat pusat.
  • Kemungkinan timbulnya politik praktis yang akan mengontrol atau mengkritik kebijaksanaan pemerintah secara inkonstitusional.
  • Penyebaran informasi oleh media massa dalam menghadapi era globalisasi

7. EKONOMI

  • Angka inflasi yang tinggi.
  • Semakin majunya sistem komputer (internet) menyebabkan terjadinya kejahatan-kejahatan ekonomi (Pembobolan rekening dengan internet).
  • Rekayasa manipulasi pajak oleh penguasa.

8. SOSIAL BUDAYA

  • Ganti rugi tanah yang terkena proyek.
  • Tidak seimbangnya antara jumlah penduduk dengan lapangan kerja sehingga menimbulkan:
    – Pengangguran
    – UMR belum selesai
    – Timbulnya calo-calo tenaga kerja
    – Penipuan dengan dalih pekerjaan
  • Adanya kesenjangan sosial yang mencolok.
  • Fanatisme agama yang sempit.
  • Dampak pengangguran intelektual.
Shares
error: Content is protected !!