humaspolresbantuldiy@gmail.com 085600479110

Diduga Akibat Bara Tungku Tertiup Angin, Sebuah Pabrik Tahu di Ngestiharjo Ludes Terbakar

4 Jan 2026    13:52

Sebuah pabrik produksi tahu milik Bapak Slamet Safuan yang berlokasi di Dusun Nitipuran RT 007, Kelurahan Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, hangus terbakar pada Sabtu (03/01/2026) petang.

Kapolres Bantul melalui Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengonfirmasi kejadian tersebut. Berdasarkan laporan di lapangan, peristiwa kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 18.15 WIB, sesaat setelah aktivitas produksi selesai.
Kronologi Kejadian

Peristiwa bermula ketika aktivitas penggorengan tahu selesai sekitar pukul 16.30 WIB. Delapan orang karyawan pabrik kemudian beristirahat. Namun, pada pukul 18.15 WIB, salah satu karyawan bernama Davin terkejut melihat kobaran api yang mulai merembet ke bagian bangunan.

"Saksi melihat api berasal dari sisa bara tungku penggorengan. Karena pintu pabrik tidak ditutup, angin masuk dan meniup bara api tersebut hingga merembet ke dinding dan atap pabrik," jelas Iptu Rita Hidayanto, Minggu (04/01/2026).

Api dengan cepat menjalar lantaran dinding pabrik dalam kondisi kotor oleh sisa serbuk kayu pembakaran dan percikan minyak goreng yang mudah terbakar.

Upaya Pemadaman

Melihat api membesar, pemilik pabrik bersama warga sekitar dan relawan FPRB Ngestiharjo segera melakukan upaya pemadaman awal. Sebanyak 2 (dua) unit pemadam kebakaran dari BPBD Bantul dan 1 (satu) unit ambulans dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan si jago merah dan memastikan tidak ada perambatan ke pemukiman warga.

Kerugian dan Imbauan

Akibat kejadian ini, bagian dinding dan atap pabrik mengalami kerusakan parah. Selain bangunan, sejumlah aset produksi juga rusak, di antaranya:

Instalasi listrik pabrik.

Mesin pompa air (Sanyo).

Tungku utama penggorengan tahu.

"Total kerugian materiil ditaksir mencapai kurang lebih Rp15.000.000,- (lima belas juta rupiah). Kami pastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini," tambah Iptu Rita.

Pihak Polres Bantul mengimbau kepada seluruh pelaku usaha yang menggunakan tungku pembakaran atau api terbuka untuk selalu memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi usaha.

"Kami harap masyarakat lebih waspada, terutama saat meninggalkan tempat produksi. Pastikan sisa bara api sudah disiram air atau dipadamkan total guna mencegah hal serupa terulang kembali," pungkasnya.


Tribrata News Terkait

Jangan lupa baca juga berita-berita online terkait di bawah ini