Pulang Nongkrong, Remaja di Bantul Terluka Disabet Celurit Orang Tak Dikenal
5 Jan 2026 14:57
Pihak Kepolisian Resor (Polres) Bantul saat ini tengah mendalami kasus penganiayaan yang terjadi di wilayah hukum Polsek Pandak pada Sabtu dini hari. Seorang remaja berinisial LDH (16), warga Kapanewon Pandak, dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan senjata tajam oleh orang tidak dikenal.Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengonfirmasi kejadian tersebut. Peristiwa terjadi di Jalan Srandakan, tepatnya di simpang empat Dawetan, Dusun Ngabean, Kalurahan Triharjo, Kapanewon Pandak, Bantul, pada Sabtu (3/1/2026) sekitar pukul 03.30 WIB.
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, kejadian bermula saat korban bersama teman-temannya sedang berkumpul atau nongkrong di area bulak sawah Dusun Ngabean sejak pukul 01.00 WIB. Sekitar pukul 03.25 WIB, mereka memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing.
"Korban saat itu berboncengan tiga menggunakan sepeda motor Honda PCX bernomor polisi AB 5950 GV milik korban. Posisi korban berada di paling belakang," ujar Iptu Rita Hidayanto dalam keterangannya.
Saat hendak menyeberangi Jalan Srandakan menuju jalan Janten (simpang empat Dawetan), motor korban tiba-tiba didatangi oleh dua orang tidak dikenal yang mengendarai sepeda motor Yamaha Aerox. Para pelaku langsung menghampiri dan melakukan pemukulan terhadap korban.
Melihat situasi tersebut, dua rekan korban melarikan diri menggunakan motor PCX, meninggalkan korban di lokasi. Berdasarkan keterangan sementara dari korban, salah satu pelaku kemudian merebut senjata tajam jenis celurit yang dibawa oleh korban dan menggunakannya untuk melukai tubuh korban.
"Petugas Polsek Pandak yang mendapat laporan segera mendatangi lokasi kejadian. Setibanya di TKP langsung memanggil bantuan ambulans untuk mengevakuasi korban," tambah Iptu Rita.
Korban LDH segera dilarikan ke Rumah Sakit UII untuk mendapatkan perawatan intensif akibat luka-luka yang dideritanya. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman lebih lanjut terkait motif dan identitas pelaku.
"Sampai saat ini korban memang belum membuat laporan polisi secara resmi karena masih dalam perawatan, namun kami dari jajaran kepolisian sudah mengambil langkah-langkah penyelidikan awal," pungkas Iptu Rita Hidayanto.
Pihak kepolisian juga mengimbau kepada orang tua untuk lebih memperketat pengawasan terhadap anak-anak mereka, terutama agar tidak membiarkan mereka keluar rumah hingga larut malam guna menghindari kejadian serupa.
Tribrata News Terkait
Jangan lupa baca juga berita-berita online terkait di bawah ini
