bidhumas.diy@polri.go.id (0274) 884444

Kapolres Kulon Progo Hadiri Nyadran Agung 2026, Tradisi Syukur dan Simbol Ketahanan Pangan

13 Feb 2026    11:10

jogja.polri.go.id -Humas, Kapolres Kulon Progo AKBP Ridho Hidayat, S.I.K., M.H., menghadiri upacara adat Nyadran Agung 2026 yang digelar di Alun-alun Wates, Kamis (12/2/2026).

Ratusan warga memadati kawasan depan Rumah Dinas Bupati Kulon Progo untuk mengikuti tradisi tahunan yang rutin dilaksanakan menjelang bulan suci Ramadan.

Nyadran Agung merupakan warisan budaya masyarakat Kulon Progo yang tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada leluhur, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah, masyarakat lokal, serta warga perantauan yang pulang ke kampung halaman.

Rangkaian acara diawali dengan kirab budaya yang berlangsung meriah. Gunungan hasil bumi diarak sebagai simbol kemakmuran dan ungkapan rasa syukur atas limpahan rezeki. Kirab tersebut diikuti perwakilan BUMD, organisasi perangkat daerah (OPD), serta seluruh kapanewon se-Kulon Progo.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Kulon Progo Agung Setyawan, Wakil Bupati, jajaran Forkopimda, kepala OPD, serta warga perantau yang tergabung dalam Paguyuban BakorPKP dari berbagai kota di Indonesia.

Dalam sambutannya, Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menegaskan bahwa Nyadran Agung bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan ruang kebersamaan yang memperkuat ikatan emosional antara pemerintah dan masyarakat.

"Kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur kepada Allah SWT. Kehadiran warga perantauan dari Jabodetabek dan kota-kota lain menunjukkan rasa handarbeni dan kecintaan terhadap tanah kelahiran di Kulon Progo," ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa istilah Nyadran berasal dari kata sraddha, yang bermakna penghormatan kepada leluhur. Secara sosial, tradisi ini menjadi sarana menghapus sekat-sekat sosial melalui doa dan kebersamaan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kulon Progo, Joko Mursito, menyampaikan bahwa tema Nyadran Agung tahun ini mengangkat isu ketahanan pangan. Hal tersebut tercermin dari komposisi gunungan hasil bumi yang menjadi simbol kemandirian dan keberlanjutan pangan daerah.

Kapolres Kulon Progo AKBP Ridho Hidayat mengapresiasi seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung aman dan tertib. Ia berharap tradisi Nyadran Agung terus dilestarikan sebagai identitas budaya sekaligus kekuatan sosial masyarakat Kulon Progo.

Dengan perpaduan nilai spiritual, tradisi budaya, dan pesan strategis tentang ketahanan pangan, Nyadran Agung 2026 menjadi momentum penting dalam menjaga warisan leluhur sekaligus menatap masa depan yang lebih tangguh.


Tribrata News Terkait

Jangan lupa baca juga berita-berita online terkait di bawah ini