Pendopo Joglo Senilai Rp250 Juta di Banguntapan Ludes Terbakar, Polisi Selidiki Penyebabnya
26 Dec 2025 07:53
Sebuah bangunan pendopo joglo milik warga di Kampung Sayangan RT 03, Kalurahan Jagalan, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, ludes terbakar pada Kamis (25/12/2025) siang. Angin kencang dan banyaknya material mudah terbakar membuat api dengan cepat menghanguskan bangunan kayu jati tersebut.Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 13.15 WIB saat kondisi cuaca sedang berangin.
"Benar telah terjadi kebakaran sebuah pendopo joglo di wilayah Jagalan, Banguntapan. Api pertama kali diketahui oleh saksi yang merupakan penjaga pendopo, muncul dari sisi bagian belakang bangunan," ujar Iptu Rita Hidayanto saat memberikan keterangan resmi.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, api muncul dari bagian belakang pendopo yang digunakan sebagai gudang penyimpanan barang-barang seperti bahan plastik, karpet, dan lem. Karena material tersebut sangat mudah terbakar dan didukung embusan angin yang kencang, api langsung merambat ke struktur utama joglo yang berbahan kayu jati.
"Saksi sempat berusaha memadamkan api, namun karena kobaran api sudah terlalu besar dan cepat meluas, upaya mandiri tidak berhasil," tambah Kasi Humas.
Mendapat laporan tersebut, gabungan piket fungsi Polres Bantul bersama Polsek Banguntapan langsung meluncur ke TKP guna melakukan pengamanan jalur dan lokasi. Tim Pemadam Kebakaran dari TRC BPBD Kabupaten Bantul dikerahkan untuk menjinakkan api. Setelah berjibaku selama kurang lebih 2 jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sehingga tidak merembet ke rumah warga di sekitarnya.
Kerugian Mencapai Ratusan Juta
Iptu Rita Hidayanto memastikan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden ini. Namun, kerugian materiil yang diderita pemilik pendopo, Bapak Suryantono Selokojoyo (50), cukup besar.
"Satu unit bangunan joglo kayu jati ludes. Estimasi kerugian material ditaksir mencapai Rp 250.000.000,- (Dua ratus lima puluh juta rupiah). Terkait penyebab pasti kebakaran, saat ini masih dalam proses penyelidikan oleh tim di lapangan," jelasnya.
Imbauan Kepolisian
Menutup keterangannya, Iptu Rita Hidayanto mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat menyimpan bahan-bahan kimia atau barang yang mudah terbakar di dalam gudang.
"Kami meminta masyarakat lebih berhati-hati, rutin mengecek instalasi listrik atau tempat penyimpanan bahan mudah terbakar, apalagi di cuaca ekstrem atau angin kencang seperti saat ini. Pihak korban sendiri sudah menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah," pungkasnya.
Tribrata News Terkait
Jangan lupa baca juga berita-berita online terkait di bawah ini
