Polres Kulon Progo Gelar Forum Dialog Kamtibmas, Libatkan Forkompimda hingga Tokoh Masyarakat
17 Sep 2025 10:00
jogja.polri.go.id -Humas, Dalam rangka memperkuat sinergi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polres Kulon Progo bersama unsur TNI, Forkompimda, serta perwakilan masyarakat menggelar Forum Dialog Kamtibmas pada Selasa pagi (16/9/2025), bertempat di Aula Adikarta, Pemkab Kulon Progo.Kegiatan yang diikuti 270 peserta ini dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan daerah, di antaranya Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko, A.Md., Dandim 0731/Kulonprogo Letkol Inf Dyan Niti Sukma, S.I.P., Kapolres Kulon Progo AKBP Dr. Wilson Bugner F. Pasaribu, S.I.K., M.H., Kasatgaswil Densus 88 DIY, serta para lurah, jagabaya, Bhabinkamtibmas, dan tokoh masyarakat.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian sambutan Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kondusifitas wilayah.
"Hari ini kita berkumpul demi menjaga keamanan Kulon Progo. Kami bangga kepada lurah, jagabaya, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Pemerintah terbuka untuk mendengar aspirasi warga, apalagi di tengah banyaknya isu di media sosial yang belum tentu benar," ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Kulon Progo menyampaikan kondisi kamtibmas terkini di DIY, termasuk potensi konflik sosial akibat unjuk rasa yang berujung anarkis. Ia menegaskan bahwa Kulon Progo selama ini menjadi contoh terbaik penerapan konsep tiga pilar (Pemerintah, TNI, Polri).
"Namun akhir-akhir ini ada pihak yang menunggangi aksi damai dengan melibatkan influencer bahkan anak-anak, yang akhirnya berakhir ricuh," jelasnya.
Kapolres juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam mengawasi anak-anak agar tidak terjerumus dalam aksi jalanan. Ia mencontohkan kasus remaja membawa senjata tajam yang sempat viral di media sosial.
"Ini menunjukkan kurangnya pengawasan orang tua. Jika dibiarkan, mereka bisa dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk aksi anarkis," tegas Kapolres.
Dalam kesempatan yang sama, Kasatgaswil Densus 88 DIY memaparkan pentingnya deteksi dini terhadap paham radikal dan intoleransi.
"Kami terus memetakan wilayah rawan dan melakukan sosialisasi bahaya radikalisme. Masyarakat harus mampu menolak serta melawan penyebaran ideologi terorisme," ungkapnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang memberikan ruang bagi lurah, jagabaya, serta tokoh masyarakat untuk menyampaikan pandangan, keluhan, dan masukan demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kulon Progo.
Tribrata News Terkait
Jangan lupa baca juga berita-berita online terkait di bawah ini
