bidhumas.diy@polri.go.id (0274) 884444

Polresta Yogyakarta Amankan Prosesi Langka Jejak Banon dalam Rangkaian Sekaten Tahun Dal 1959

4 Sep 2025    14:10

jogja.polri.go.id -Humas, Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Eva Guna Pandia, S.I.K., M.M., M.H., memimpin langsung pengamanan prosesi langka dalam rangkaian Hajad Dalem Sekaten Tahun Dal 1959, yakni Jejak Banon pada prosesi Kondur Gangsa di Kompleks Masjid Gedhe Kauman, Kamis 4 September 2025 malam.

Ratusan personel gabungan diterjunkan untuk memastikan jalannya acara berlangsung aman dan tertib, baik di area masjid maupun sepanjang jalur prosesi.

Jejak Banon merupakan tradisi sakral yang hanya digelar delapan tahun sekali pada Tahun Dal dalam penanggalan Jawa. Prosesi ini dipimpin oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X, didampingi GKR Mangkubumi, GKR Bendara, para menantu, serta perwakilan Kadipaten Pakualaman.

Acara diawali dengan penebaran udhik-udhik berupa bunga, biji-bijian, dan uang logam kepada warga yang antusias berebut berkah.

Setelah itu, Sultan bersama keluarga mengikuti pembacaan riwayat Nabi Muhammad SAW dalam bahasa Jawa di serambi Masjid Gedhe.

Puncak prosesi ditandai dengan langkah Sri Sultan melangkahi tumpukan bata di sisi selatan masjid dalam ritual Jejak Banon atau Jejak Beteng. Prosesi ini melambangkan keberanian menghadapi perubahan hidup berlandaskan ajaran Islam serta mengenang sejarah penyebaran Islam di Tanah Jawa.

Koordinator prosesi, KRT Kusumonegoro, menjelaskan bahwa Jejak Banon menjadi simbol spiritual lahirnya tatanan baru dalam masyarakat Jawa, sekaligus pengingat bahwa Nabi Muhammad SAW diyakini lahir pada Tahun Dal.

"Tradisi ini memiliki nilai filosofi mendalam, bukan hanya sebagai ritual budaya, melainkan juga sebagai refleksi perjalanan spiritual masyarakat Jawa," ungkapnya.

Usai prosesi Jejak Banon, gamelan Sekati Kanjeng Kiai Gunturmadu dan Kiai Nagawilaga yang sejak awal ditabuh di Pagongan Masjid Gedhe dikembalikan ke Keraton melalui kirab Kondur Gangsa.

Prosesi tersebut menandai berakhirnya perayaan Sekaten dan menjadi pengantar menuju puncak Garebeg Mulud Tahun Dal pada Jumat (5/9).

Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Eva Guna Pandia menyampaikan bahwa pengamanan melibatkan sinergi Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Basarnas, Linmas kelurahan, serta petugas internal Keraton.

"Berkat kerja sama seluruh pihak, prosesi berjalan dengan aman, tertib, dan penuh khidmat. Kami berkomitmen untuk terus menjaga keamanan dalam setiap agenda budaya Keraton yang menjadi warisan bangsa," tegasnya.

Dengan pengamanan terpadu, prosesi Jejak Banon dalam rangkaian Sekaten Tahun Dal 1959 berlangsung lancar, menghadirkan suasana religius sekaligus mempertegas kekayaan tradisi Yogyakarta yang senantiasa dijaga kelestariannya.


Tribrata News Terkait

Jangan lupa baca juga berita-berita online terkait di bawah ini