Kapolsek Kasihan Hadiri Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan

Kapolsek Kasihan Kompol Anton Nugroho Wibowo SH menghadiri sosialisasi 4 pilar kebangsaan yang digelar di Rumah Joglo Oseng-Oseng Mercon Bu Narti, Padokan Kidul, Tirtonirmolo, Kasihan Bantul, Sabtu (29/5/2021).

Acara sosialisasi 4 pilar kebangsaan yakni tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika ini menghadirkan narasumber anggota MPR dari DPD RI, GKR Hemas.

Hadir dalam kegiatan ini GKR Hemas, Panewu Kasihan, Danramil Kasihan, Kapolsek Kasihan dan tamu undangan dari berbagai elemen masyarakat.

Kegiatan ini merupakan agenda wajib bagi anggota MPR di masa reses untuk mensosialisasikan Empat Pilar Negara. Sosialisasi dilakukan pada saat kunker ke konstituen atau daerah pemilihan dan merupakan program rutin setiap kali masa reses.

Diharapkan, setelah sosialisasi ini masyarakat Indoensia kembali mengenal identitas bangsanya, mencintai dan kemudian menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam sosialisasi ini GKR Hemas menekankan salah satu hal yang perlu kita perhatikan saat ini adalah maraknya ujaran kebencian di media sosial. Apapun bentuknya ujaran kebencian tentu berpotensi menimbulkan konflik.

“Oleh karena itu saya berharap dan mengajak masyarakat untuk berhati-hati menyikapi berita yang belum tentu kebenarannya. saya harapkan terus menerus membangun sinergitas untuk deteksi dini pendatang baru di setiap dusun,” pesan GKR Hemas.

GKR hemas juga menekankan, bahwa perlunya penguatan Empat Pilar Kebangsaan dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara. Empat pilar kebangsaan tersebut adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Kita sepakat bersatu dalam naungan Bhinneka Tunggal Ika, maka jaga dan pelihara rasa adil dan keadilan, toleransi dan gotong royong. Jauhi dan hindari virus yang mematikan Bhinneka Tunggal Ika, yaitu penyempitan rasa kebangsaan, intoleransi dan individualistik,” imbuhnya.

Disampaikan, seperti pesan Ir. Soekarno yang berbunyi “Negara Republik Indonesia ini bukan milik sesuatu golongan, bukan milik sesuatu agama, bukan milik sesuatu suku, bukan milik sesuatu golongan adat-istiadat, tetapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke.

Shares
error: Content is protected !!