Kesadaran Tertib Lalulintas Masih Rendah, 40 Persen Kecelakaan Dilakukan Pekerja

Kesadaran berlalu-lintas (lalin) di Bantul belum tumbuh dengan baik, terutama di kalangan pekerja, mahasiswa dan pelajar.

“Kalau diprosentase 40 persen kecelakaan dilakukan pekerja, 30 persen dilakukan mahasiswa-pelajar. Selebihnya dilakukan masyarakat,” ujar Ipda Aulia Nur Rahman STrK selaku Kanit Dikyasa Polres Bantul dalam ‘Police Goes to Campus’ di Ruang Kuliah Umum – Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) di Jalan Parangtritis, Sewon Bantul, Selasa (14/1/2020).

Kegiatan tersebut diberi pengantar dan dibuka oleh Sudirman Hi Umar ST MT, selaku Wakil Ketua Bidang Ketarunaan STTKD. Kegiatan diselenggarakan STTKD bekerja sama dengan Polres Bantul.

Menurut Aulia Nur Rahman, kesadaran lalin dengan disiplin dan taat aturan memang harus jadi perilaku. “Bukan sebaliknya bersifat abai dengan keselamatan sendiri,” ujarnya.

Aulia Nur Rahman mencontohkan, memberi kesempatan anak naik motor seperti sama saja memberi kain kafan. Begitu juga berkendara dengan memainkan handpone perilaku tidak taat aturan.

Dalam pengamatan Aulia Nur Rahman, kecelakaan hampir semua tidak disengaja. “Dari 1:100 kecelakaan kebanyakan tidak disengaja,” ujarnya.

Khusus di Bantul perilaku tidak taat aturan, seperti munculnya kendaraan over dimensi and over load (Odol), seperti kereta kelinci.

Sedangkan Sudirman mengatakan, kegiatan ini untuk memberi wawasan taruna-taruni sadar berlalin. “Jadi pribadi yang disiplin, taat aturan sangat penting untuk pembentukan pribadi yang berkarakter,” ucapnya singkat.

Ditambahkan Humas STTKD, Leily, satu hari sebelumnya di tempat yang sama diadakan ‘sharing session’ persiapan karir ‘Witch Career do You Belong to?’ dengan narasumber Gatot Susilo MEng.

Shares
error: Content is protected !!