Tahu Ada Pasien Butuh Darah, Waka Polres Bantul Terpanggil Donorkan Darahnya

Waka Polres Bantul Kompol Noer Alam SIK, Rabu (6/5/2020), secara mendadak mendatangi Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Bantul.

Kedatangan Waka Polres Bantul ke UTD PMI Bantul adalah untuk melakukan donor darah, setelah ada keluarga pasien yang mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolres Bantul.

Bukannya melapor kehilangan atau mengalami tindak kejahatan, orang tersebut bercerita kepada petugas SPKT, jika dia kesulitan mencari pendonor darah untuk anggota keluarga mereka yang bernama Bapak Adi Mantoyo yang selesai melakukan operasi hernia di Rumah Sakit Panembahan Senopati Bantul.

“Saya merasa terharu mendengar keluhan dari warga yang mengaku sudah mencari pendonor darah ke sana kemari untuk transfusi anggota keluarganya yang selesai operasi,” jelas Kompol Noer Alam.

Ia mengaku terpanggil untuk membantu, dan ia pun bergegas menuju UTD PMI Bantul untuk mendonorkan darahnya.

“Kebetulan golongan darah yang dicari adalah golongan darah A, sama dengan golongan darah saya,” ujarnya.

Kompol Noer Alam mengaku tidak mengenal identitas pasien yang didonori darahnya sebelumnya. Namun, menurutnya yang terpenting pasien tersebut bisa tertolong.

“Saya juga mengajak kawan-kawan anggota kepolisian lainnya untuk rutin mendonorkan darahnya, karena setetes darah kita ternyata sangat berharga bagi mereka yang membutuhkan,” ucapnya.

Apa yang dilakukan oleh Waka Polres Bantul Kompol Noer Alam SIK merupakan hal yang sangat terpuji dan pantas dicontoh oleh anggota polisi lainnya.

Hal ini pun sesuai dengan instruksi Kapolri Jenderal Idham Azis yang memerintahkan kepada seluruh personel Polri untuk bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) melaksanakan donor darah. Perintah Kapolri disampaikan dalam surat telegram Nomor ST/1127/IV/KEP./2020 tertanggal 7 April 2020.

Kapolri mengatakan, instruksi tersebut dibuat lantaran stok darah di PMI mulai menipis. Padahal, PMI menyatakan permintaan darah sedang banyak dibutuhkan. Menurutnya, sejak Covid-19 masuk ke Indonesia, stok darah di PMI semakin berkurang. Hal ini karena jumlah pendonor mandiri yang datang ke PMI untuk mendonorkan darahnya berkurang sejak diberlakukannya physical distancing. Masyarakat yang rutin mendonorkan darahnya khawatir untuk keluar rumah di tengah pandemi yang kian meluas. (Humas Polres Bantul)

Shares
error: Content is protected !!