SAT TAHTI

SATUAN TAHANAN DAN BARANG BUKTI

POLRES BANTUL

Sattahti merupakan unsur pelaksana tugas pokok yang berada di bawah Kapolres.

Sattahti bertugas menyelenggarakan perawatan tahanan meliputi pelayanan kesehatan tahanan, pembinaan tahanan serta menerima, menyimpan, dan mengamankan barang bukti beserta administrasinya di lingkungan Polres, melaporkan jumlah dan kondisi tahanan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sattahti menyelenggarakan fungsi:

  1. pembinaan dan pemberian petunjuk tata tertib yang berkaitan dengan tahanan, yang meliputi pemeriksaan fasilitas ruang tahanan, jumlah dan kondisi tahanan beserta administrasinya;
  2. pelayanan kesehatan, perawatan, pembinaan jasmani dan rohani tahanan;
  3. pengelolaan barang titipan milik tahanan; dan
  4. pengamanan dan pengelolaan barang bukti beserta administrasi

 

JADWAL BESUK TAHANAN

  • HARI SELASA PUKUL 10.00 S/D 14.00 WIB
  • HARI KAMIS PUKUL 10.00 S/D 14.00 WIB
  • HARI BESAR KEAGAMAAN DAN
  • HARI KEMERDEKAAN R.I PUKUL 10.00 S.D 14.00 WIB

ATAU DALAM SITUASI TERTENTU ATAS SEIZIN PENYIDIK

KETENTUAN BARANG YANG DIBERIKAN KEPADA PARA TAHANAN

  • MAKANAN DAN MINUMAN
  • CELANA PENDEK TANPA TALI KOLOR, BAJU LENGAN PENDEK
  • DILARANG MEMBERIKAN BARANG BERBAHAYA, ALAT KOMUNIKASI, ALAT ELEKTRONIK
  • DILARANG MEMFOTO TAHANAN/RUANG TAHANAN DAN DILARANG MEMBAWA ALAT KOMUNIKASI (HP) SELAMA BESUK TAHANAN
  • SEMUA BARANG YANG AKAN DIBERIKAN TAHANAN HARUS DIPERIKSA/DICEK TERLEBIH DAHULU OLEH PETUGAS JAGA TAHANAN

 

KETENTUAN BESUK TAHANAN

 

  • SELAMA DI RUANG BESUK TAHANAN PEMBESUK DILARANG MEMBAWA MASUK ATAU MEMAKAI HP, JAKET, HELM, KACA MATA HITAM,SENJATA TAJAM,NARKOBA, BENDA MUDAH TERBAKAR DAN MEMBAHAYAKAN LAINNYA
  • PEMBESUK TAHANAN MAKSIMAL KUNJUNGAN 30 MENIT
  • TERTIP DAN TIDAK MEMBUAT KEGADUHAN
  • WAJIB MEMBAWA IDENTITAS DIRI DAN SURAT IJIN DARI PENYIDIK
  • WAJIB BERPAKAIAN SOPAN DAN RAPI
  • WAJIB DILAKSANAKAN PENGGELEDAHAN DAN PENGECEKAN TERHADAP BARANG BAWAAN PEMBESUK TAHANAN

 

Barang Bukti adalah benda bergerak atau tidak bergerak, berwujud atau tidak berwujud yang telah dilakukan penyitaan oleh penyidik untuk keperluan pemeriksaan dalam tingkat penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan di sidang pengadilan.

 

Barang Temuan sebagai barang bukti adalah benda bergerak atau tidak bergerak, berwujud atau tidak berwujud yang ditinggalkan atau ditemukan masyarakat atau penyidik karena tersangka belum tertangkap atau melarikan diri dan dilakukan penyitaan oleh penyidik.

 

prosedur pinjam pakai barang bukti pada Peraturan Kapolri Nomor 10 Tahun 2010 Tentang Tata Cara Pengelolaan Barang Bukti Di Lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia :

 

pasal 23

 

  • barang bukti yang disita dan disimpan di tempat khusus hanya dapat dipinjampakaikan kepada pemilik atau pihak yang berhak.

 

  • prosedur pinjam pakai sebagaimana dimaksud ayat (1) diatur sebagai berikut :

 

  1. pemilik atau pihak yang berhak pengajukan permohonan kepada atasan penyidik;
  2. atasan penyidik melakukan penilaian dan pertimbangan untuk menolak atau mengabulkan permohonan tersebut; dan
  3. setelah permohonan dikabulkan, atasan penyidik membuat rekomendasi kepada pejabat pengemban fungsi pengelolaan barang bukti.

 

  • atasan penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (2) pada tingkat Polres :

 

  1. pejabat struktural yang karena jabatannya sebagai atasan penyidik :
  2. Kapolres
  3. Kasatreskrim, Kasatlantas, Kasatpolair; dan
  4. Kapolsek;
  5. atasan langsung yang membawai penyidik.

 

  • penilaian dan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b, didasarkan atas :

 

  1. bukti kepemilikan barang bukti yang sah;
  2. kesediaan untuk merawat dan tidak mengubah bentuk, wujud, dan warna barang bukti;
  3. kesediaan untuk menghadirkan barang bukti bila diperlukan sewaktu-waktu; dan
  4. kesediaan untuk tidak memindahtangankan barang bukti kepada pihak lain.

 

DATA TAHANAN TAHUN 2019

Shares
error: Content is protected !!