MELALUI SIDANG DIVERSI POLSEK NGLIPAR SELESAIKAN KASUS PENCURIAN DIBAWAH UMUR

GUNUNGKIDUL – Kapolsek Nglipar Polres Gunungkidul Polda D. I. Yogyakarta AKP Kasiwon melaksanakan sidang upaya diversi terhadap perkara pencurian yang masih dibawah umur atas nama FAA, yang baru berusia 14 tahun. Penyelesaian perkara diluar sidang pengadilan negeri ini sesuai dengan Pasal 1 angka 7 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, Diversi adalah pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana,Selasa (28/08/2018)

Sidang dihadiri oleh Petugas Balai Pemasyarakatan (BAPAS) kelas 2 Wonosari Bapak Andang Triyanto, SH,dari dinas P2TP2ADP3AKBPM&D Gunungkidul ibu Puri Aprimardianti,bapak Susanto dari pihak sekolah SMK N 1 Nglipar, bapak Aswan dari MTs. N 7 Gunungkidul,Kepala Dusun Wotgalih,Kepala Dusun Nglebak, LBH Al-Kautsar Wonosari, Unit PPA Polres Gunungkidul, Pjs. Kadesa Katongan, Sekdes Pilangrejo.

FAA (14), adalah pelaku dalam perkara pencurian sebuah telepon genggam di sebuah Warung Makan milik ibu Jumiyem yang berada di Desa Natah tepatnya di sebelah utara MTs. N 7 yang terjadi pada tanggal 2 Agustus 2018 yang lalu. Dihadapan Penyidik, FAA mengaku baru pertama kali melakukan pencurian dan selama ini belum pernah dihukum.

Petugas BAPAS kelas 2 Wonosari, bapak Andang Triyanto, SH, menjelaskan bahwa sudah melakukan penelitian terhadap latar belakang pelaku. Selain itu pelanggaran hukum yang dilakukan oleh pelaku adalah tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara dibawah 7 (tujuh) tahun; dan bukan merupakan pengulangan tindak pidana maka dapat dilakukan diversi. Namun patut dicamkan dan diperhatikan, bahwa poses diversi hanya bisa dilakukan satu kali oleh tersangka yang sama dalam sepanjang hidupnya, maka harus benar benar merubah perilaku dan tidak mengulangi lagi perbuatannya tambahnya.

Kapolsek Nglipar AKP Kasiwon menjelaskan bahwa tindakan Polsek Nglipar yang melakukan upaya diversi terhadap kasus pencurian dengan pelaku yang masih anak-anak sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Sesuai yang telah diamanatkan oleh undang-undang, tujuan pelaksanaan diversi antara lain supaya anak yang terlibat dengan tindak pidana dapat dihindarkan dari perampasan kemerdekaannya (ditahan/dipidana kurungan) dan menanamkan rasa tanggung jawab kepada anak serta lebih mendorong partisipasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap anak-anak” jelas AKP Kasiwon.  (Hms Res Gnk)

Shares
error: Content is protected !!