Polres Sleman Gagalkan Peredaran Setengah Kilogram Sabu Siap Edar

POLRES SLEMAN – Sat Narkoba Polres Sleman berhasil menguak jaringan pengedar narkotika jenis sabu dengan barang bukti setengah kilogram sabu siap edar.

Melalui press release yang disampaikan Kasat Narkoba AKP Andhika Donny Hendrawan, SIK menjelaskan Sat Narkoba Polres Sleman mengamankan seorang ibu rumah tangga, RM (40) asal Lampung lantaran menjadi kurir sabu.

Dari tangan tersangka, Satresnarkoba Polres Sleman menyita sabu seberat 526 gram yang disimpan dalam plastik kemasan teh.

“Tersangka RM berhasil diamankan di sebuah minimarket di wilayah Boyolali Jawa Tengah. Kasus ini mulai terungkap hasil dari pengembangan tersangka yang berhasil diamankan sebelumnya berinisial JR yang merupakan suami tersangka RM,” jelas Kasat Narkoba

“Sebelum ditangkap tersangka RM hendak mengambil sabu dari seseorang di Jakarta menempuh perjalanan darat bermaksud ke Yogya untuk menyerahkan sabu kepada pengedar. Sebelum pergi ke Yogya, tersangka terlebih dahulu transit di Boyolali,” urainya

Petugas yang sudah mengawasi gerak-gerik RM, langsung mengamankannya. Saat ditangkap, tersangka membawa tas yang di dalamnya berisi plastik ukuran besar kemasan teh hijau. Setelah dibuka, plastik berisi sabu seberat setengah kilogram lebih.

“Dari pengakuannya, tersangka RM sudah sekitar satu tahun lamanya menjadi kurir narkoba dengan imbalan sekali jalan mengantarkan narkoba sebesar Rp 10 juta dan rencananya sabu tersebut akan diedarkan di Yogya dan dipecah dalam paket kecil,” pungkasnya

Kasubag Humas Iptu Edy Widaryanta menambahkan dengan digagalkannya peredaran sabu seberat setengah kilogram lebih tersebut, dapat menyelamatkan 5.260 orang dari bahaya narkoba,” jelasnya

“Motif pelaku mengedarkan sabu karena terdesak kebutuhan ekonomi lantaran suaminya ada di lapas karena tersandung kasus narkoba,” tandasnya

Untuk mempertanggungjawabkan atas perbuatanya tersangka RM kini mendekam di sel tahanan Mapolres Sleman guna proses penyidikan lebih lanjut dan dijerat Pasal 114 ayat (2), pasal 112 (2), pasal 127 (1) a Undang-undang Narkotika ancaman maksimal 20 tahun.

Shares
error: Content is protected !!