Cegah Penyebaran Covid-19 Selama Pilkada, Polres Sleman Ajak 3 Bapaslon Bupati Sleman Taati Protokol Kesehatan

POLRES SLEMAN – Guna meminimalisir penularan covid-19 saat Pilkada Sleman 2020, Polres Sleman mengajak bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati Sleman kampanyekan 3M + 1 T yang merupakan kampanye protokol kesehatan meliputi memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, dan tidak berkerumun.

Kapolres Sleman, AKBP Anton Firmanto, SH., SIK., M.Si mengatakan Pilkada 2020 memiliki potensi memunculkan klaster-klaster baru. Untuk itu protokol kesehatan harus tetap ditegakkan.

Lebih lanjut Kapolres Sleman menjelaskan bahwa untuk kali ini perhelatan Pilkada Sleman sangat berbeda dengan Pilkada sebelumnya, karena dilaksanakan di tengah pandemi covid-19. Untuk itu kami mengimbau agar selalu melakukan pendisiplinan dalam menjalankan adaptasi kebiasaan baru. Supaya meminimalisir ancaman klaster baru dalam penyelenggaraan Pilkada 2020.

Tiga bapaslon tersebut adalah pasangan Sri Muslimatun dan Amin Purnama, Kustini Sri Purnomo dan Danang Maharsa, dan Danang Wicaksana Sulistya dan Agus Choliq. Ketiga bapaslon tersebut diminta untuk berikrar agar menjaga Pilkada yang aman, damai, dan sehat.

Ketiga bapaslon menyambut baik dan berkomitmen mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi covid-19 serta mendukung program Sleman bermasker terutama dalam perhelatan Pilkada 2020. Termasuk memastikan protokol pencegahan COVID-19 dilaksanakan dalam setiap tahapan Pilkada 2020.

Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo, M.Si, Dandim Sleman Letkol Arief Wicaksana, SH., M.Han dan Ketua KPU Sleman Trapsi Haryadi dan Ketua Bawaslu Kab. Sleman Abdul Karim Mustofa, S.H, MSi yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mendukung kampanye yang dilakukan Polres Sleman. Terlebih untuk menjaga Pilkada Sleman tetap aman, damai, serta sehat.

Kapolres Sleman sangat berharap semua masyarakat Kabupaten Sleman agar dapat menjaga ketertiban dan keamanan, sehingga proses pesta demokrasi ini berjalan dengan lancar.

“Saat ini Pilkada serentak dalam masa pandemi covid 19, sehingga SOP dari KPU pasti jelas berbeda mengenai kampanye dan kumpulan masa pendukung,” pungkasnya

Shares
error: Content is protected !!