humaspolresbantuldiy@gmail.com 085600479110

Derby Mataram PSIM vs Persis: 341 Personel Gabungan Kepolisian Amankan SSA

5 Feb 2026    13:52

Duel klasik sarat gengsi bertajuk Derby Mataram akan tersaji di pekan ke-20 Super League 2025/2026. PSIM Yogyakarta dijadwalkan menjamu rival abadi mereka, Persis Solo, di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul pada Jumat (6/2/2026) sore.

Menyikapi tensi tinggi pertandingan tersebut, Polres Bantul menyiapkan skema pengamanan ketat. Sedikitnya 341 personel gabungan diterjunkan untuk memastikan laga bertajuk Laskar Mataram vs Laskar Sambernyawa ini berjalan kondusif.

Kapolres Bantul, AKBP Bayu Puji Hariyanto, melalui Kasi Humas Iptu Rita Hidayanto, menegaskan bahwa pihak kepolisian berkomitmen menjaga keamanan dengan pendekatan yang humanis namun tetap tegas.

"Kami tetap mengedepankan sisi humanis dalam pengamanan nanti. Namun, kami akan bertindak tegas terhadap siapa saja yang bertindak rusuh dan mengancam jalannya pertandingan," tegas Iptu Rita dalam keterangannya, Kamis (5/2/2026).

Petugas di lapangan telah diinstruksikan untuk memantau ketat pergerakan suporter sejak di pintu masuk. Kepolisian melarang keras suporter membawa barang-barang berbahaya yang dapat mengganggu jalannya laga.

Beberapa poin larangan tersebut meliputi flare, petasan, kembang api, minuman beralkohol, senjata tajam (sajam) serta penggunaan knalpot brong pada kendaraan bermotor.

Guna meminimalisir risiko gesekan, Panitia Pelaksana (Panpel) telah memutuskan untuk membatasi jumlah penonton. Selain itu, sesuai dengan regulasi masa transisi sepak bola nasional, suporter tim tamu (Persis Solo) dilarang hadir ke stadion.

"Keputusan ini adalah hasil komitmen bersama untuk menjaga kondusivitas. Kami mengajak seluruh suporter tuan rumah untuk mendukung tim kesayangannya dengan tertib dan damai," tambah Iptu Rita.

Polres Bantul juga akan memberlakukan rekayasa lalu lintas secara situasional di sekitar area Stadion Sultan Agung. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan yang berpotensi menimbulkan kemacetan.

Masyarakat umum diimbau untuk mencari jalur alternatif pada Jumat sore agar tidak terjebak kepadatan. Selain itu, kepolisian mengeluarkan imbauan keras agar para pendukung tidak melakukan konvoi setelah pertandingan berakhir.

"Masyarakat diminta mencari jalur alternatif demi menghindari kemacetan. Kami juga meminta para pendukung untuk langsung pulang dengan tertib dan tidak melakukan konvoi di jalan raya demi kelancaran arus lalu lintas," pungkasnya.

Diharapkan dengan pengamanan yang komprehensif ini, Derby Mataram tetap menjadi suguhan sepak bola yang menghibur tanpa ternoda oleh insiden keamanan.


Tribrata News Terkait

Jangan lupa baca juga berita-berita online terkait di bawah ini