humaspolresbantuldiy@gmail.com 085600479110

Kronologi Mahasiswa Tewas di Bantul: Bermula dari Mabuk dan Tabrak Pohon

17 Jan 2026    13:55

Aksi kekerasan yang menyebabkan korban jiwa terjadi di wilayah Kasihan, Bantul pada Sabtu (17/1/2026) pagi. Seorang mahasiswa  dilaporkan meninggal dunia setelah terlibat perkelahian dan dianiaya oleh rekan boncengannya di Gang Puntodewo, Dusun Sidorejo, Kalurahan Ngestiharjo.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, membenarkan adanya peristiwa tragis tersebut. Menurut keterangannya, insiden bermula sekitar pukul 07.45 WIB ketika korban dan pelaku melintas di lokasi kejadian.

Berdasarkan keterangan saksi dan hasil olah TKP awal, kejadian bermula saat korban berinisial AG (20), seorang mahasiswa asal Kabupaten Paniai, Papua Tengah, berboncengan dengan terduga pelaku menggunakan sepeda motor Honda Beat warna hitam.

"Keduanya datang dari arah selatan menuju utara. Diduga baik korban maupun pelaku dalam kondisi pengaruh minuman beralkohol (mabuk). Sesampainya di dekat warung, motor yang mereka kendarai menabrak pohon tanjung kecil," ujar Iptu Rita.

Pasca kecelakaan tunggal tersebut, bukannya saling menolong, pelaku justru melakukan penganiayaan terhadap korban secara membabi buta. Pelaku memukuli korban hingga melakukan penusukan menggunakan senjata tajam (sajam).

Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut tidak berani mendekat karena pelaku sedang mengamuk. "Pelaku sempat mengacung-acungkan senjata tajam ke arah warga yang ada di sekitar lokasi. Karena merasa terancam dan takut, warga pun menjauh. Pelaku kemudian melarikan diri ke arah utara," tambahnya.

Tim Inafis Polres Bantul bersama dokter dari Puskesmas Kasihan 2, telah melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah korban.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya beberapa luka pada tubuh korban, di antaranya luka tusuk pada dada bagian kiri berukuran 2x1 cm, serta luka di pelipis kiri yang diduga akibat terjatuh saat kecelakaan menabrak pohon.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepolisian Resor Bantul masih melakukan pengejaran terhadap pelaku yang identitasnya saat ini masih dalam proses penyelidikan (lidik).

"Kami sudah mengantongi beberapa keterangan saksi dan sedang melakukan pengejaran intensif terhadap pelaku. Kami menghimbau masyarakat yang memiliki informasi tambahan untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat," tutup Iptu Rita.


Tribrata News Terkait

Jangan lupa baca juga berita-berita online terkait di bawah ini