bidhumas.diy@polri.go.id (0274) 884444

Mahasiswa Tewas Usai Dianiaya Rekan Boncengan di Kasihan Bantul

17 Jan 2026    16:17

jogja.polri.go.id -Humas, Aksi kekerasan yang menimbulkan korban jiwa terjadi di wilayah Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Sabtu (17/1/2026) pagi. Seorang mahasiswa dilaporkan meninggal dunia setelah terlibat perkelahian dan dianiaya oleh rekan yang membonceng bersamanya di Gang Puntodewo, Dusun Sidorejo, Kalurahan Ngestiharjo.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa kejadian bermula sekitar pukul 07.45 WIB saat korban dan terduga pelaku melintas di lokasi kejadian dengan menggunakan sepeda motor.

Berdasarkan keterangan saksi serta hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) awal, korban berinisial AG (20), mahasiswa asal Kabupaten Paniai, Papua Tengah, berboncengan dengan terduga pelaku mengendarai sepeda motor Honda Beat warna hitam dari arah selatan menuju utara. Diduga, keduanya berada dalam pengaruh minuman beralkohol.

"Sesampainya di dekat warung, sepeda motor yang mereka kendarai menabrak pohon tanjung kecil dan mengalami kecelakaan tunggal," ungkap Iptu Rita.

Namun setelah kecelakaan tersebut, situasi justru berubah menjadi aksi kekerasan. Terduga pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban dengan cara memukuli hingga menusuk menggunakan senjata tajam.

Warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut tidak berani mendekat lantaran pelaku bertindak agresif. Pelaku bahkan sempat mengacung-acungkan senjata tajam ke arah warga sebelum akhirnya melarikan diri ke arah utara.

Petugas dari Tim Inafis Polres Bantul bersama tenaga medis Puskesmas Kasihan II telah melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah korban. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya luka tusuk di dada sebelah kiri berukuran sekitar 2x1 sentimeter, serta luka di pelipis kiri yang diduga akibat benturan saat kecelakaan.

Hingga saat ini, Polres Bantul masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap terduga pelaku. Identitas pelaku masih didalami berdasarkan keterangan para saksi.

"Kami telah mengumpulkan sejumlah keterangan dan terus melakukan pengejaran. Kami juga mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait keberadaan pelaku agar segera melapor kepada pihak kepolisian," pungkas Iptu Rita.


Tribrata News Terkait

Jangan lupa baca juga berita-berita online terkait di bawah ini