polresjogja@gmail.com (0274) 543920

Semangat Santri Warnai Apel Hari Santri 2025 di Balai Kota Yogyakarta

29 Oct 2025    09:54

Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Eva Guna Pandia, S.I.K., M.M., M.H., menghadiri Apel Hari Santri 2025 yang digelar di halaman Balai Kota Yogyakarta pada Rabu pagi (22/10/2025). Kegiatan tersebut diikuti oleh unsur Forkopintren Kota Yogyakarta dan sekitar 2.000 santri dari berbagai pondok pesantren serta lembaga pendidikan Islam. Para santri tampil khas dengan pakaian tradisional, laki-laki mengenakan sarung dan baju koko, sementara santriwati anggun dengan busana serba putih.
 
Tahun ini, Hari Santri mengusung tema "Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia", yang menggambarkan semangat santri dalam membangun bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
 
Apel dipimpin oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo. Dalam amanatnya, Hasto menyampaikan bahwa masa depan bangsa bergantung pada generasi muda, terutama para santri yang memiliki semangat juang dan kekuatan moral. Ia mengajak para santri untuk menjadi generasi kuat, tangguh, dan siap memimpin masa depan.
 
Selain itu, Hasto juga menjelaskan dukungan pemerintah terhadap pendidikan santri melalui berbagai program, seperti BOSDA, dana DAK, hingga bantuan makanan bergizi gratis bagi santri mukim yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai kebijakan tersebut sangat membantu pemenuhan kebutuhan dasar para santri.
 
Wali Kota juga mengajak santri untuk berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan melalui program Mas JOS (Masyarakat Jogja Olah Sampah). Ia meyakini, jika santri ikut bergerak, perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah akan semakin cepat terwujud.
 
Kepala Kantor Kemenag Kota Yogyakarta, Ahmad Shidqi, turut menyampaikan bahwa Hari Santri menjadi momentum refleksi atas peran besar santri dalam sejarah perjuangan bangsa. Ia menegaskan bahwa santri dan pesantren telah menjadi bagian penting dalam perjalanan Indonesia, jauh sebelum kemerdekaan.
 
Sementara itu, semangat santri untuk berkontribusi bagi negeri juga tampak dari para peserta apel. Dua santri dari Pondok Pesantren Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta, Kesha Laksita Jasmine Putri Pradipta dan Shivari Sihairani, mengaku bangga dapat ikut serta dalam peringatan ini. Mereka juga aktif dalam kegiatan sosial dan lingkungan seperti program "Barang Bekas Jadi Amal (Babe Jamal)", serta pemilahan sampah di sekolah.
 
Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Eva Guna Pandia menyampaikan bahwa santri memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Menurutnya, santri adalah benteng moral di tengah masyarakat yang dapat mencegah berbagai potensi gangguan sosial akibat melemahnya nilai-nilai moral.
 
"Santri turut menyebarkan nilai perdamaian, kerukunan, dan toleransi. Melalui pendidikan di pesantren, mereka menjadi garda terdepan dalam menangkal paham radikal dan penyebaran hoaks yang bisa memecah belah bangsa," ujar Kapolresta.
 
Dengan bekal ilmu, akhlak, dan semangat kebangsaan, santri diharapkan terus menjadi mitra strategis pemerintah dan aparat keamanan dalam menjaga lingkungan masyarakat yang aman, damai, dan tertib. (Humas Polresta Yogyakarta)


Tribrata News Terkait

Jangan lupa baca juga berita-berita online terkait di bawah ini