polresjogja@gmail.com (0274) 543920

Waspada Jerat Harapan Palsu: Mengambil Pelajaran dari Lirik "Judi" Rhoma Irama

20 Jan 2026    11:41

Judi kerap hadir dengan wajah menipu. Ia menjanjikan kemenangan instan, kemewahan tanpa kerja keras, serta jalan pintas menuju kebahagiaan. Namun di balik kilau harapan palsu itu, judi menyimpan rangkaian sebab dan akibat yang perlahan tetapi pasti menghancurkan kehidupan pelakunya.

Seseorang biasanya terjerumus ke dalam judi karena rasa penasaran, tekanan ekonomi, atau keinginan untuk cepat kaya. Awalnya hanya taruhan kecil dan coba-coba. Namun judi sejatinya tidak dirancang untuk memberi kemenangan, melainkan untuk menjerat. Kekalahan memicu keinginan balas modal, sementara kemenangan melahirkan nafsu untuk terus bermain. Dari sinilah lingkaran setan judi bermula.

Dampaknya tidak berhenti pada kerugian finansial. Judi merambat ke ranah sosial, psikologis, dan moral. Kejujuran terkikis, akal sehat menumpul, dan rasa tanggung jawab memudar. Demi mengejar kemenangan semu, pelaku judi rela berbohong, berutang, bahkan mengorbankan keluarga. Rumah tangga retak, kepercayaan hilang, dan masa depan anak-anak ikut terancam.

Pesan inilah yang dengan tegas disampaikan Rhoma Irama melalui lagu legendarisnya, "Judi". Dengan lirik yang lugas, ia menggambarkan judi sebagai penyakit masyarakat yang membawa kehancuran. Judi bukan jalan keluar dari kemiskinan, melainkan pintu menuju kesengsaraan. Kalimat "judi kan merusak moral bangsa" menegaskan bahwa dampaknya tidak hanya bersifat pribadi, tetapi juga merusak tatanan sosial.

Narasi lagu tersebut menunjukkan bagaimana harapan palsu membuat manusia kehilangan kendali. Judi hanyalah kesenangan sesaat yang berujung penyesalan panjang. Pesan ini kian relevan di era sekarang, ketika judi online semakin mudah diakses, cepat, dan sulit dikendalikan. Teknologi yang seharusnya mempermudah hidup justru menjadi alat baru penyebaran jerat perjudian.

Pada akhirnya, judi selalu menjual mimpi tetapi meninggalkan luka. Ia menjanjikan kemenangan, namun lebih sering menghadirkan kekalahan bukan hanya uang, melainkan juga harga diri, keluarga, dan masa depan. Seperti pesan moral dalam lagu Rhoma Irama, jalan hidup yang benar bukanlah melalui spekulasi dan taruhan, melainkan melalui kerja keras, kejujuran, dan kesabaran.

Narasi ini menjadi pengingat bahwa menjauhi judi bukan sekadar pilihan pribadi, melainkan bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. (Magang)


Tribrata News Terkait

Jangan lupa baca juga berita-berita online terkait di bawah ini