polresjogja@gmail.com (0274) 543920

Wayang Kulit 'Wahyu Katentreman' Puncak WiroFest 2025, Kapolsek Mergangsan Pimpin Pengamanan

19 Nov 2025    11:59

Kapolsek Mergangsan, AKP Fitri Anto Heri Nugroho, S.H., M.H., memimpin langsung kegiatan pengamanan Pagelaran Wayang Kulit Climen yang menjadi puncak kemeriahan Wirogunan Festival (WiroFest) 2025. Acara ini sukses digelar pada Minggu (16/11/2025) di Pendopo Wirogunan, Kemantren Mergangsan, Yogyakarta.

Selama pagelaran berlangsung, petugas Polsek Mergangsan melaksanakan penjagaan, pemantauan, dan pengaturan di area pendopo untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar. Personel ditempatkan di titik-titik strategis guna menjaga situasi tetap aman, tertib, dan memberikan rasa nyaman bagi ratusan masyarakat maupun tamu undangan yang hadir.

Pentas puncak WiroFest 2025 ini menghadirkan dalang Ki Gadhing Pawukir Seno Saputro. Ki Gadhing berhasil membuat ratusan warga larut dalam alur cerita, tawa, sekaligus pesan moral yang begitu kuat melalui lakon "Wahyu Katentreman".

Dalam adegan goro-goro, Ki Gadhing Pawukir dengan jenaka menyelipkan pesan sosial mengenai "Mas Jos" (Masyarakat Jogja Olah Sampah), program prioritas Pemerintah Kota Yogyakarta. Kehadiran Lurah Wirogunan, Siti Mahmudah Setyaningsih, di tengah adegan tersebut turut menambah semarak suasana, menjadikan pesan tentang pengelolaan sampah mudah diterima dan disambut hangat oleh warga.

Lakon "Wahyu Katentreman" mengajak penonton menyelami makna ketenteraman sebagai tujuan bersama. Kisah ini menggambarkan usaha penuh gotong royong, terutama dari tokoh Semar, untuk melenyapkan pagebluk dan menghadirkan kedamaian bagi rakyat.

Perjalanan para ksatria muda seperti Gatotkaca, Ontoseno, dan Ontorejo dalam memperoleh wahyu menjadi simbol bahwa perjuangan untuk kebaikan membutuhkan keberanian, kejujuran, dan keteguhan hati. Puncak cerita menegaskan bahwa Wahyu Ketenteraman akhirnya memilih Prabu Kresna, figur bijak yang menyatukan berbagai kalangan. Persatuan yang ditunjukkan oleh Kresna, Punta Dewa, dan Bolodewa menjadi kunci tegaknya kembali ketenteraman.

Lakon ini menjadi cermin bagi masyarakat Wirogunan, bahwa di tengah berbagai tantangan, persatuan dan gotong royong tetap menjadi kunci utama mencapai ketenteraman lahir dan batin. Pesan moral yang sangat relevan ini sekaligus menjadi doa bersama agar Wirogunan senantiasa menjadi ruang yang damai, rukun, dan penuh harapan bagi seluruh warganya. (Humas Polsek Mergangsan)


Tribrata News Terkait

Jangan lupa baca juga berita-berita online terkait di bawah ini