Diduga Alami Sesak Napas, Pria di Sewon Ditemukan Tak Bernyawa di Angkringan
3 Oct 2025 06:01
jogja.polri.go.id -Humas, Warga Padukuhan Kaliputih, Pendowoharjo, Sewon, Bantul, digemparkan dengan penemuan seorang pria meninggal dunia di sebuah warung angkringan pada Kamis malam (2/10/2025) sekitar pukul 23.00 WIB.Korban diketahui bernama Suparno (61), seorang wiraswastawan asal Dusun Banyon, Pendowoharjo, Sewon, Bantul.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh Sujadi, pedagang asal Pucung, Pendowoharjo, yang sempat bertemu korban sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu, Suparno mengeluhkan sesak napas, dan Sujadi sempat menyarankan agar korban memeriksakan diri ke dokter. Karena merasa khawatir, Sujadi kembali ke angkringan pada malam hari sekitar pukul 23.30 WIB dan mendapati Suparno sudah dalam kondisi tak bernyawa, berbaring di bangku bambu (lincak) warung tersebut.
Ia kemudian memberitahu warga setempat, Rifki Hiban Rohmawan, yang segera melapor ke Polsek Sewon melalui petugas FPRB Pendowoharjo.
Menurut keterangan Sukirjo, tetangga korban, Suparno sempat terlihat sempoyongan saat berangkat kerja pada Kamis pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Meski mengeluh sesak napas, korban tetap memaksakan diri bekerja sebagai tukang kunci di kawasan Simpang Empat Kasongan.
Petugas dari Polsek Sewon, Inafis Polres Bantul, dan Puskesmas Sewon 2 kemudian datang ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Setelah pemeriksaan awal, jenazah korban dibawa ke rumah duka menggunakan ambulans PMI Bantul.
Dokter Samsih dari Puskesmas Sewon 2 memperkirakan korban telah meninggal lebih dari dua jam sebelum ditemukan. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, dan di lokasi juga ditemukan beberapa obat serta alat bantu pernapasan berupa sungkup nebulizer yang diduga milik korban.
Kasihumas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, membenarkan kejadian tersebut.
"Dari hasil pemeriksaan sementara dan keterangan saksi, korban diduga meninggal dunia akibat riwayat penyakit sesak napas yang dideritanya. Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi," jelas Iptu Rita.
RIYO ADITYA
Tribrata News Terkait
Jangan lupa baca juga berita-berita online terkait di bawah ini
