bidhumas.diy@polri.go.id (0274) 884444

Semarak Ramadan di Mantrijeron, Pasar Sore Ngadinegaran Jadi Motor Penggerak Ekonomi Warga

19 Feb 2026    12:06

jogja.polri.go.id -Humas, Semangat pemberdayaan ekonomi umat mewarnai awal bulan suci Ramadan di wilayah Mantrijeron.

Hal tersebut terlihat dalam pembukaan Pasar Sore Ramadan Masjid Ngadinegaran yang digelar di teras Masjid Ngadinegaran, Jl. D.I. Panjaitan, Yogyakarta, Rabu sore 18 Februari 2026.

Kapolsek Mantrijeron yang diwakili oleh Ipda Marsidiq beserta anggota hadir untuk melaksanakan pengamanan sekaligus mengikuti prosesi pembukaan kegiatan. Kehadiran personel kepolisian ini menjadi wujud komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama berlangsungnya aktivitas pasar sore.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Walikota Yogyakarta Wawan Harmawan, Mantri Pamong Praja Mantrirejon, perwakilan Koramil, jajaran Takmir Masjid, serta para pelaku UMKM yang berpartisipasi dalam kegiatan perdana di lokasi tersebut.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia Ramadan Masjid Ngadinegaran menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pasar sore yang untuk pertama kalinya diadakan di kawasan itu.

Antusiasme masyarakat terbilang tinggi, tercatat sebanyak 200 pelaku UMKM mendaftar, namun karena keterbatasan tempat, panitia baru dapat mengakomodasi 45 lapak.

"Pasar sore ini berada di jalur sumbu filosofi, kami mohon dukungan Bapak Wakil Walikota agar kegiatan ini berjalan lancar. Kami juga menekankan kepada para pedagang untuk selalu berpakaian sopan, ramah, serta memastikan makanan yang dijual halal dan aman dikonsumsi. Yang terpenting, lapak ini gratis, namun semua wajib menjaga kebersihan dan keamanan," tuturnya.

Lebih lanjut Wakil Walikota Yogyakarta menyampaikan apresiasi atas inisiatif panitia yang mampu menjadikan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

Pemerintah Kota, menurutnya, terus mendorong agar Ngadinegaran dapat berkembang menjadi pusat ekonomi baru dengan tetap memprioritaskan warga lokal.

"Kami pemerintah selalu mendorong agar Ngadinegaran menjadi pusat ekonomi baru. Saya berpesan agar prioritas diberikan kepada warga lokal dan panitia harus terus berkreasi dalam tata kelola tempat agar memiliki kekhasan tersendiri. Namun ingat, setelah jam operasional selesai, area ini harus kembali bersih dan tertib," tegas Wakil Walikota sebelum membuka acara secara simbolis.

Karena lokasi pasar sore berada di Jl. D.I. Panjaitan yang merupakan akses jalan utama, potensi kepadatan arus lalu lintas menjadi perhatian khusus pihak kepolisian. Meningkatnya aktivitas perdagangan diperkirakan akan berdampak pada intensitas kendaraan di sekitar lokasi.

Ipda Marsidiq mengungkapkan pihaknya menyadari akan peningkatan aktivitas yang mengakibatkan kepadatan arus lalu lintas.

"Dengan hadirnya puluhan UMKM ini, kami menyadari aktivitas perdagangan akan meningkat dan arus lalu lintas menjadi lebih padat. Oleh karena itu, personel Polsek Mantrijeron menjamin keamanan dan ketertiban di lokasi serta melakukan pengaturan lalu lintas agar aktivitas warga dan pengguna jalan tetap berjalan lancer," ungkapnya.

Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap barang bawaan pribadi, memarkirkan kendaraan di tempat yang sudah disediakan secara tertib, serta tidak menggunakan bahu jalan sebagai lokasi parkir agar tidak menimbulkan kemacetan.

Kegiatan Pasar Sore Ramadan Masjid Ngadinegaran ini diharapkan tidak hanya memeriahkan suasana bulan suci, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam membangkitkan ekonomi rakyat demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Mantrijeron.


Tribrata News Terkait

Jangan lupa baca juga berita-berita online terkait di bawah ini